|
Reklamasi secara umum artinya adalah menciptakan daratan baru di daerah yang sebelumnya tergenang air. Reklamasi pantai merupakan salah satunya dan bahkan paling sering dilakukan. Contoh paling sederhana adalah pembuatan pelabuhan. Bahkan, sekarang sudah banyak pembangunan hotel, mall, apartment yang menimbun laut beberapa meter dari bibir pantai. Singapura juga terus menerus melakukan reklamasi untuk memperluas daratan mereka yang sangat sempit.
Memang banyak keuntungan yang bisa diambil. Bila kita sedang berada di kapal, kita bisa melihat gedung-gedung tinggi yang megah di pinggir pantai. Tapi seberapa besarpun keuntungan itu, yang menikmati hanyalah segelintir orang saja. Kita tidak sadar bahwa air laut semakin tinggi. Efek global warming memang bisa dijadikan alasan. Tapi reklamasi juga sangat membantu kenaikan air laut. Bayangkan saja sebuah ember di isi tanah yang dibentuk kerucut seperti tumpeng, lalu kita isi dengan air,tetapi tidak menutupi semua bagian tanahnya, lalu ambilah bagian pucuk tanah tercebut dan buang ke bagian air tadi sambil diperhatikan ketinggian airnya. Itu adalah contoh sederhana dari efek reklamasi. Pembangunan "katanya" sudah memperhatikan AMDAL. Tapi apa kenyataannya? Air laut tercemar limbah pembangunan dan jelas merusak ekosistem laut. Belum lagi pengerukan tanah dari pegunungan untuk penimbunan. Bahkan fenomena yang perlu di waspadai, sebagai contoh, pembakaran rumah-rumah nelayan secara sengaja untuk di bangun gedung-gedung indah nantinya seperti yang terjadi di Balikpapan di era 90-an.
Masalah hanyalah sekadar wacana. Kenyataannya reklamasi masih terus dilakukan di bangsa ini. Entah apa yang ada dalam benak orang yang melakukannya. Mungkin kesusahan hanyalah milik orang miskin yang ada dalam pikiran mereka. Apakah mereka memikirkan bagaimana nantinya nasib penduduk yang tinggal dipesisir pantai 20-30 tahun kedepan?. Ingatlah para penguasa rakus, Alam yang menyediakan, Alam juga yang akan mengambil.
STOP REKLAMASI UNTUK KEPENTINGAN ANAK CUCU KITA NANTI !! Readmore,,,
Memang banyak keuntungan yang bisa diambil. Bila kita sedang berada di kapal, kita bisa melihat gedung-gedung tinggi yang megah di pinggir pantai. Tapi seberapa besarpun keuntungan itu, yang menikmati hanyalah segelintir orang saja. Kita tidak sadar bahwa air laut semakin tinggi. Efek global warming memang bisa dijadikan alasan. Tapi reklamasi juga sangat membantu kenaikan air laut. Bayangkan saja sebuah ember di isi tanah yang dibentuk kerucut seperti tumpeng, lalu kita isi dengan air,tetapi tidak menutupi semua bagian tanahnya, lalu ambilah bagian pucuk tanah tercebut dan buang ke bagian air tadi sambil diperhatikan ketinggian airnya. Itu adalah contoh sederhana dari efek reklamasi. Pembangunan "katanya" sudah memperhatikan AMDAL. Tapi apa kenyataannya? Air laut tercemar limbah pembangunan dan jelas merusak ekosistem laut. Belum lagi pengerukan tanah dari pegunungan untuk penimbunan. Bahkan fenomena yang perlu di waspadai, sebagai contoh, pembakaran rumah-rumah nelayan secara sengaja untuk di bangun gedung-gedung indah nantinya seperti yang terjadi di Balikpapan di era 90-an.
Masalah hanyalah sekadar wacana. Kenyataannya reklamasi masih terus dilakukan di bangsa ini. Entah apa yang ada dalam benak orang yang melakukannya. Mungkin kesusahan hanyalah milik orang miskin yang ada dalam pikiran mereka. Apakah mereka memikirkan bagaimana nantinya nasib penduduk yang tinggal dipesisir pantai 20-30 tahun kedepan?. Ingatlah para penguasa rakus, Alam yang menyediakan, Alam juga yang akan mengambil.
STOP REKLAMASI UNTUK KEPENTINGAN ANAK CUCU KITA NANTI !! Readmore,,,