Tampilkan postingan dengan label kepencintaalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kepencintaalaman. Tampilkan semua postingan

Minim Kegiatan di Sekolah nih

"aduuuhhh.. pusing pusing pusiiingg..bingung mau ngapain. mau camping ga ada dana, waktu juga ga ada, dan parahnya dimarain sama ortu karena pergi campiiiiing mulu. pengen bikin kegiatan yang seru, murah-meriah, dan harus bermanfaat. apaan ya?"..hehe, ni pasti ekspresi anak PA sekolah yang paling ga bisa kalo ga ada kegiatan. katanya bisa mengganggu kinerja saraf otak kalo ga ada kegiatan,hehehe,,ada ada aja!
tapi bener tuh, harus ada kegiatan PA buat sekolah juga loh. organisasi PA sekolah kan berdiri dibawah naungan sekolah, masa sekolah sendiri malah dilupain sih.


banyak ko kegiatan yang masih berbau PA tapi bisa dilakukan disekolah.misalnya,,,
1. donor darah. betapa berartinya setetes darah kita bagi orang lain yang membutuhkan. cocok banget nih, ga perlu rutin 1 bulan, 6 bulan sekali juga udah cukup buat ngadain kegiatan sosial donor darah. nilai sosial lebih kelihatan. bisa meningkatkan image PA nih.
2. stop sampah plastik. sekarangkan lagi jamannya stop sampah plastik nih, nahhh, sosialisasikan donk, trus, buatlah barang2 daur ulang yang bermanfaat, misalnya tong sampah dari tumpukan kaleng, atau tas dari bungkus plastik bekas. lingkungan bersih, barang yang udah dibuat, bisa manfaatkan.
3.Avignam Jagat Samagram. kita punya semboyan itu, tapi apa implementasinya? mari coba!! buatlah spanduk seperti spanduk diklat yang bertuliskan semboyan tersebut. then, sosialisasikan makna semboyan tersebut dan berikan contoh yang sesuai.masa buat spanduk cuma kalo mau diklat doank. pasang spanduk di tempat-tempat yang sering diliat orang.
4. sumbang pohon. kita punya niat keinginan yang tinggi untuk melakukan penghijauan kembali, tapi kita selalu terkendala oleh dana yang tidak mencukupi untuk membeli bibit - bibit pohon yang akan di tanamkan di sekian banyak hektar lahan gundul. paling ga, 1 sekolah ada sekitar 1000 murid, kalao 1 orang 1 bibit pohon aja, udah banyak banget kan. bibit pohon ga mahal ko.
5 lomba kelas terbesih. biasanya lomba ini diadakan oleh OSIS, tapi menurut saya kurang menarik, jadi mari kita ambil alih dan kita buat berbeda. penilaian harus benar dari kebersihan kelas dan kenyamanan kelas, dan bukan dari segala aksesoris kelas yang mahal. berlah kenangan yang khas dengan PA dan piala bergilir bagi pemenangnya. saya yakin itu dapat menumbuhkan rasa menjaga kebersihan pada setiap siswa.
6.atau bahkan menanam pohon di sekolah sendiri. I think its a good idea, isn't it??

dan masih banyak lagi ide-ide lain yang masi berbau PA. asalkan kita mau berpikir, kita psti bisa menemukan idenya. waktu saya menjadi ketua di PA sekolah, saya berobsesi menjadikan PA sebagai badan pengurus lingkungan sekolah, begitulah istilahnya.hehe..tapi karena kendala waktu dan beberapa hal lain, membuat mimpi belum jadi kenyataan. tapi saya yakin suatu saat mimpi itu pasti terwujud walaupun bukan saya yang melakukannya. so, tetap semangat ya teman - teman!!perjuangan kita belum selesai sampai disini dan tiada akhirnya, okay.
Readmore,,,

Sejarah Pecinta Alam di Indonesia

Kalau kita putar mesin waktu kita, sebenarnya "orang orang PA" itu sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Tahun 1912,di Nusantara sudah ada yang namanya De Nederlandsh Indische Vereneging Tot Natuur Rescherming. kita memang tidak atahu apa artinya, tapi yang jelas ada kata Natuur-nya tuh (hehehe!!!!). Hingga pada tahun 1937 terbentuklah Bescherming Afdeling Van’t Land Plantetuin. Inilah kegiatan kepencintaalaman mulai aktif.

Istilah pecinta alam sendiri di gagaskan oleh Soe Hok Gie pada suatu sore, 8 Nopember 1964, ketika mahasiswa FSUI sedang beristirahat setelah mengadakan kerjabakti di TMP Kalibata. Sebenarnya gagasan ini, seperti yang dikemukakan Sdr. Soe sendiri, diilhami oleh organisasi pencinta alam yang didirikan oleh beberapa orang mahasiswa FSUI pada tanggal 19 Agustus 1964 di Puncak gunung Pangrango. Organisasi yang bernama Ikatan Pencinta Alam Mandalawangi itu keanggotaannya tidak terbatas di kalangan mahasiswa saja. Semua yang berminat dapat menjadi anggota setelah melalui seleksi yang ketat. Sayangnya organisasi ini mati pada usianya yang kedua.


Setelah berbincang – bincang selama kurang lebih satu jam, semua yang hadir antara lain : Soe Hok Gie, Maulana, Koy Gandasuteja, Ratnaesih (kemudian menjadi Ny. Maulana), Edhi Wuryantoro, Asminur Sofyan Udin, D armatin Suryadi, Judi Hidayat Sutarnadi, Wahjono, Endang Puspita, Rahayu,Sutiarti (kemudian menjadi Ny. Judi Hidayat), setuju untuk membicarakan gagasan tadi pada keesokan harinya di FSUI.

Pertemuan kedua diadakan di Unit III bawah gedung FSUI Rawamangun, didepan ruang perpustakaan. Hadir pada saat itu semua yang sudah disebut ditambah Sdr. Herman O. Lantang yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa FSUI. Pada saat itu Sdr. Udin mengusulkan nama organisasi yang akan lahir itu IMPALA, singkatan dari Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam.”Biar keren deh, namanya seperti OKB (Orang Kaya Baru, tetapi isinya gembel melulu),”ujarnya. Setelah pendapat ditampung, akhirnya diputuskan nama organisasi yang akan lahir itu IMPALA. Kemudian pembicaraan dilanjutkan dengan membahas kapan dan dimana IMPALA akan diresmikan.

Namun nama IMPALA diubah menjadi MAPALA PRAJNAPARAMITA yang diusulkan oleh Drs. Bambang Soemadio dan Drs. Moendardjito. samapi akhirnya diresmikannya organisasi ini pada tanggal 11 desember 1964 dengan peserta mencapai lebih dari 30 orang.

hingga memasuki era 70an, karena begitu banyaknya organisasi yang berbau kepencintaalaman di beberapa fakultas di UI, sehingga padaa akhirnya timbulah kesepakatan untuk menggabungkan semua organisasi itu dalam satu wadah, yaitu MAPALA UI.

hingga sekarang, sudah banyak organisasi Pencinta Alam yang terbentuk di wilayah kampus bahkan di tingkat sekolah menengah sekalipun.
Readmore,,,

Get it

Greenpeace Brighter Planet's 350 Challenge
Reviewmu.com